Tampilkan postingan dengan label manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label manajemen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Mei 2016

Manajemen Waktu dan Peran Muslimah


Berikut ini beberapa hal yang mungkin dapat bermanfaat dalam manajemen waktu dan peran muslimah :
  1. Memiliki perencanaan hidup dan target waktu
  2. Memiliki perencanaan waktu rutin
  3. Memiliki prioritas dalam beraktifitas
  4. Memiliki kebiasaan baik : tidak menunda pekerjaan, tidak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting
  5. Memiliki waktu khusus untuk menimba ilmu dan mendidik diri
  6. Memiliki waktu khusus yang menjadi `sumber energi`
  7. Memanfaatkan teknologi
  8. Bekerjasama dengan orang lain
  9. Menikmati peran dan bersyukur
  10. Memohon keberkahan waktu

1. Memiliki perencanaan hidup berarti menyusun konsep diri termasuk menyusun daftar peran dan target yang ingin dicapai baik dalam jangka panjang maupun pendek. Membuat perencanaan ini bukanlah hal yang membuang waktu, melainkan sebuah investasi yang membuat waktu kita ef isien dan efektif dalam menjalani hidup. (efisien = hemat , efektif = mencapai tujuan)

Misal: Peran sebagai individu 

Target 5 tahun : menyelesaikan kuliah, menikah, memiliki pengalaman di organisasi

Target tahun 1 :
Ø menyelesaikan mata kuliah tahun 1 dengan IP diatas 3,5
Ø bergabung dengan organisasi masyarakat
Ø membaca 2 buku tentang persiapan pernikahan dan pendidikan anak

dst..

2. Memiliki perencanaan waktu rutin 

membuat hidup kita lebih teratur. Susunlah agenda harian, pekanan, bulanan, dst. Juga target yang ingin dicapai. Hal ini juga sangat membantu mengingatkan tugas-tugas yang harus dikerjakan bersama deadline nya. Bahkan dalam pekerjaan rumah tangga hal ini sangat bermanfaat. 

Para ibu bisa menuliskan daftar pekerjaan rumah tangga yang harus dilakukan serta deadline-nya kemudian menempelkannya di tempat yang terlihat, misalnya kapan harus mencuci piring, berbelanja, menyuapi bayi kecil, mengajak anak-anak berjalan-jalan, mengajarkan Al Quran pada anak, dll. Percayalah, anak-anak pun lebih menyukai keteraturan dan rutinitas dalam kegiatan mereka. Silakan sesuaikan dengan kebutuhan rutinitas masing-masing.

3. Memiliki prioritas dalam beraktifitas

Salah satu hal yang membantu dalam penentuan prioritas adalah `status hukum` aktifitas tersebut. Status hukum disini maksudnya wajib, sunah, mubah, dst. Yang wajib tentu saja harus diprioritaskan. Misalnya kita harus berusaha menyediakan waktu untuk bisa sholat tepat waktu ditengah-tengah kesibukan saat bekerja atau kuliah atau memasak, dll. 

Hal lainnya yang juga menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas adalah urutan ketaatan. Urutan ketaatan yang dimaksud adalah :

 1. Taat kepada Allah dan Rasul ,
 2.Taat kepada suami (sudah menikah) 
 3. Taat kepada Orang tua

4. Memiliki kebiasaan yang baik :
  • Memanfaatkan kesempatan yang diberikan Allah, yaitu 5 hal : sehat sebelum sakit, lapang sebelum sempit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, hidup sebelum mati.

  • Tidak menunda pekerjaan. Islam mengajarkan kepada kita bersungguh sungguh dalam suatu pekerjaan, kemudian segera beralih kepada pekerjaan yang lain bila pekerjaan yang pertama selesai . “ Maka apabila engkau telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sunguh (urusan yang lain “ -QS Al Insyirah : 7-)

  • Tidak menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting , artinya tidak lalai terhadap waktu. Seorang Tokoh Islam terkenal bernama Hassan Al Banna, berpesan untuk tidak banyak tertawa, bergurau, membicarakan kejelekan orang lain, dan mengingat bahwa kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia, karenanya percepat dan sederhanakan dalam mengerjakannya.

5. Memiliki waktu khusus untuk menimba ilmu dan mendidik diri
 
Lulus dari sekolah formal bukan berarti berhenti mencari ilmu. Sesibuk apapun kita, tetap sediakan waktu untuk menghadiri majelis ilmu islam, menghadiri seminar, membaca buku, menambah keterampilan, memperdalam spesialisasi ilmu yang telah dimiliki sebelumnya, dan lain-lain. 

Tidak hanya menambah ilmu, mendidik diri juga penting. Pendidikan ruhiyah, jasadiyah, fikriyah, emosi, dan akhlak.

6. Memiliki waktu khusus yang menjadi `sumber energi`
 
Sebuah hal yang lumrah dan wajar bagi muslimah untuk merasa lelah, jenuh, bosan, dlsb. Karenanya dibutuhkan aktivitas yang dapat mengembalikan energi kita, bahkan menambah energi yang kita miliki. 

Sumber energi utama bagi muslimah adalah sholat, dzikir dan doa. Sempatkan membaca Al Qur-an setiap hari, juga berusaha sholat malam. Ini akan menjadi energy besar dalam menghadapi berbagai tantangan. Selain itu, usahakan tidur yang cukup, bersantai dan bermain bersama anak, rekreasi, melakukan hobi yang kita sukai (merajut, melukis, panjat gunung, dll).

Singkirkan anggapan bahwa melakukan hobi merupakan hal yang membuang waktu. Bila dilakukan dalam porsi yang tepat, hobi bisa menjadi sumber energy yang sangat besar, bahkan banyak orang yang memperoleh uang juga dari hobi mereka.

Bila merasa sulit mendapatkan waktu untuk melakukan hal ini, bicarakan dengan keluarga, terutama bagi para ibu. Mungkin meminta 1 jam setiap minggu untuk waktu khusus ibu ( me time) bisa membuat hidup seluruh keluarga lebih bercahaya. Karena bagaimanapun juga, kebahagiaan keluarga biasanya berawal dari kebahagiaan ibu.

7. Memanfaatkan teknologi
 
Internet, hp, mesin fax adalah beberapa contoh fasilitas yang dapat menghemat waktu dan tenaga. Gunakan secerdas mungkin dalam aktifitas kita. Ingat, kita yang mengendalikan teknologi, bukan teknologi yang mengendalikan kita.

8. Bekerjasama dengan orang lain
 
Mencoba mendelegasikan tugas, membagi tanggung jawab kepada setiap anggota keluarga untuk menyelesaikan tugas rumah tangga, akan sangat membantu kita para muslimah. 

Apalagi yang memiliki aktifitas di luar rumah. Ingat, tidak semua pekerjaan rumah tangga harus di-handle oleh istri. Rasulullah juga menjahit sepatunya sendiri, dan Ali bin Abi Thalib senang membantu pekerjaan Fathimah.

Jangan tolak bantuan yang ditawarkan suami, atau kerabat untuk mengerjakan tugas rumah tangga, atau sesekali menjaga anak-anak. Sementara anda bisa mengerjakan aktifitas bermanfaat lain, atau menyicil pekerjaan yang lain.

Hubungan lain yang perlu dijaga adalah silaturahim. Baik bersama keluarga besar, relasi, sesama muslimah, ataupun pertemuan para ibu, hal ini akan memenuhi kebutuhan kita sebagai makhluk sosial.

9. Menikmati peran dan bersyukur. 

Menyadari setiap peran yang kita miliki adalah sebuah anugerah dari Allah yang tidak diberikan pada semua orang. Menjalani peran-peran dengan penuh rasa syukur akan membantu kita menemukan kebahagiaan. Nikmati waktu tidur, nikmati waktu memasak, nikmati waktu belajar, nikmati waktu bekerja, nikmati waktu sholat, semuanya akan menambah keindahan hidup kita.

10. Memohon keberkahan. Allah-lah Yang Maha Pemilik Waktu, 

minta keberkahan waktu dan apa yang kita lakukan sepanjang masa hidup, sepanjang hari kita. Ikhlaskan kepada pengabdian kepada Allah. Jaga spiritual kita dengan ibadah, dzikir pagi-sore.
Contoh Pembuatan Jadual Rutin Harian, Pekanan, dan Daftar Hal yang Perlu Dilakukan Setiap Pekan.
 
Rutinitas setiap orang tentu berbeda. Sesuai kebutuhan. 

Contoh di bawah ini membagi rutinitas harian dengan memanfaatkan waktu sebelum tidur dan sesudah bangun tidur. Waktu siang dan sore harinya tentu kita sesuaikan dengan peran kita masing-masing. Ada yang bekerja di luar rumah. Belajar, ataupun tetap di dalam rumah.

Pekerjaan rumah tangga sengaja direncanakan untuk dikerjakan sedikit-sedikit tetapi rutin. Karena sesunguhnya amalan yang sedikit tapi kontinyu (rutin) itu lebih disukai Allah. Lebih banyak manfaatnya, juga menjaga energi kita agar tidak kelelahan.

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim no. 783)

Jangan ngoyo pada suatu waktu yang panjang mengerjakan pekerjaan rumah sampai kita capek. Lakukan sedikit-sedikit dalan rentang waktu yang pendek. Selingi dengan istirahat sebentar atau minum teh. Pekerjaan Rumah Tangga memang banyak dan seolah tidak ada habis-habisnya. Tapi kita tidak perlu menyelesaikannya dalam satu waktu, bukan?

Silakan buat versi Anda, sesuaikan dengan aktivitas dan jam kerja Anda dan keluarga.
  • Rutinitas sebelum tidur
  • Rutinitas pagi hari
  • Jadual pekanan
  • Daftar hal yang perlu dilakukan setiap pekan

Rutinitas Sebelum tidur
Sebelum tidur adalah waktu yang sangat penting untuk persiapan hari esok. ada yang memulainya segera setelah makan malam, ada pula yang memulainya setelah anak-anak tidur, sesuaikan dengan jadual kita.

3 hal yang menjadi rutinitas sebelum tidur :
  1. Merapikan rumah (maksimal 20 menit)
    • Memungut majalah, pakaian, mainan anak-anak, sepatu, apapun yang berserakan
    • Dapur : mencuci piring kotor, membersihkan bak tempat cuci piring, melap meja dapur, menata piring
  2. Melakukan persiapan untuk keesokan hari
    • Memeriksa janji atau pertemuan yang besok harus dihadiri
    • Memeriksa dan menuliskan hal-hal yang besok harus dilakukan
    • Memikirkan hal-hal yang dapat memudahkan tugas besok
    • Mempersiapkan barang-barang yang perlu dibawa besok (baik oleh kita maupun oleh anak-anak), dan meletakkannya di tempat yang mudah terlihat, misalnya di depan pintu.
    • Mulai memikirkan apa yang besok akan dimasak
    • Mempersiapkan pakaian yang besok akan dipakai (kita dan anak-anak), apakah perlu disetrika, adakah kancing atau jahitan yang lepas, pastikan seragam anak-anak telah sesuai dengan jadual dari sekolah.
  3. Fokus pada diri sendiri sebelum tidur
    • Pastikan kita sudah melaksanakan sholat isya
    • Meminum obat / suplemen jika diperlukan
    • Mempersiapkan diri untuk tidur, menyikat gigi, membersihkan wajah, menyisir rambut, bila perlu mandi, berendam, dan memakai wewangian.
    • Mengganti pakaian untuk tidur
    • Renungkan yang telah kita capai hari ini
    • Membaca sebentar, baik bacaan yang berat maupun ringan
    • Rileks, dzikir dan doa sebelum tidur
    • Meredupkan pencahayaan kamar, dan tidur. Sebaiknya tidur pada jam yang sama setiap malam, dan jangan biasakan begadang.

Rutinitas pagi hari
 
Sebelum hari beranjak pagi, ada hal yang akan menjadi kekuatan jiwa bila kita lakukan: Qiyamullail atau sholat malam. Beribadah di sunyinya malam, merefresh diri dan bermanja pada Allah Rabb Semesta Alam, memohon kekuatan agar siap menghadapi hari, siap menghadapi anak-anak, dan segudang aktivitas di siang hari.

4 hal yang menjadi rutinitas pagi hari :

1. Diri dan keluarga ( 1jam)
  • Mengawali hari dengan sholat shubuh, dzikir, doa, dan membaca Al Quran
  • Membimbing anak membaca Al Quran
  • Merapikan tempat tidur
  • Menyiapkan diri, mandi, berganti pakaian.
  • Membersihkan kamar mandi dan toilet ketika berada di dalamnya
  • Membawa pakaian kotor ketika keluar dan mencucinya
  • Menyiapkan anak-anak
2. Dapur (1,5 jam)

  • Bila telah melakukan rutinitas sebelum tidur, maka insya Allah dapur berada dalam keadaan bersih
  • Menyiapkan sarapan untuk seluruh keluarga (termasuk diri sendiri)
  • Memasak dan menyiapkan makan siang sekaligus, bila waktu makan siang kita akan berada diluar rumah atau waktunya sangat singkat
  • Mencuci piring dan membersihkan bekas sarapan
3. Memikirkan hari ini (30 menit)
  • Memeriksa jadual hari ini
  • Membuat list hal-hal yang harus dilakukan hari ini
  • Merencanakan makan malam
  • Menjemur cucian
  • Membersihkan rumah (bila sebelum tidur telah dibersihkan, maka tidak akan banyak hal yang akan menyita waktu kita dalam membersihkan rumah pagi ini)
4. Rehat sejenak (30 menit)
  • Minum obat . suplemen jika ada
  • Duduk sebentar
  • Membaca berita / surat kabar sebentar
  • Sarapan (jika belum)
  • Mengecek e-mail
Setelah rutinitas pagi selesai, rutinitas siang pun dimulai. Ada yang bekerja dikantor, belajar di kampus, bertemu orang-orang ditengah masyarakat, ataupun tetap dirumah saja mengurus anak-anak. 

Anda bisa membuat rutinitas siang dan sore. Juga menyesuaikan dengan rutnitas bayi dan anak Anda (jadual menyusui, menyuapi, mengajak jalan-jalan, membacakan buku, menemani belajar, bermain, dll). Masukkan juga janji dan acara yang harus dihadiri (janji dengan klien, dosen, undangan pernikahan, seminar, dll). Yang terpenting adalah tegas terhadap jadual yang telah dibuat.

Ada lagi yang bisa dilakukan untuk menghemat waktu : 

Lakukan kegiatan pararel. Sambil mengantar anak, cek hafalan atau bercerita hal yang bermanfaat. Sambil berbelanja jadikan sebagai acara refresing dan pendidikan untuk anak. 

Membersihkan WC/kamar mandi setiap selesai melakukan aktivitas disana. Luangkan waktu kita untuk kegiatan sosial yang bemanfaat untuk masyarakat dengan mengharap ridha Allah dan Allah akan menolong dan memberkahi keluarga, waktu dan aktivitas kita.
Membuat Jadual Pekanan
 
Sekarang, mari pikirkan apa yang harus kita lakukan setiap pekan, cocokkan dengan janji yang telah dibuat atau acara yang harus dihadiri. Tentukan hari dan jamnya. Tuliskan di kalender atau di agenda.

Senin

(07.00 – 08.00) Bersih bersih rumah :
- membuang sampah
- menyapu / mengepel lantai
- menjemur kasur
- mengganti sprei
- membersihkan kaca

Selasa
(09.00 – 10.00) menulis / menyiapkan presentasi
(16.00 – 16.15) berkebun

Rabu
(09.00 – 10.00)
- membaca (30 menit)
- membuat menu seminggu dan menulis daftar belanjaan
- mengecek dan membuat daftar barang-barang yang habis dan perlu dibeli
- membuat dan menulis anggaran belanja keluarga

Kamis

(09.00 – 12.00)
- memeriksa daftar belanja dan membawanya
- berbelanja bahan makanan
- membeli barang-barang lain yang diperlukan
- ke kantor pos

Jumat
(16.00 – 18.00) kursus bahasa

Sabtu
(11.00 – 14.00) Pengajian rutin

Minggu: Hari keluarga

Daftar hal yang perlu dilakukan setiap pekan
 
Hal ini juga berbeda pada setiap orang. Sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, dan masukkan ke agenda pekanan.
Bersih-bersih Rumah :
- Membersihkan peralatan dapur (kompor, microwave, oven, dll)
- Membersihkan kamar mandi dan toilet
- Mengganti sprei
- Membersihkan peralatan elektronik (tv, computer,dll)
- Membersihkan kulkas
- Membersihkan teras/halaman
- Menyortir kertas/pakaian/mainan

Berbelanja
Usahakan berbelanja hanya satu kali seminggu, itu akan menghemat waktu. Perencanaan dan keterampilan berbelanja, memasak, menyusun menu sangat bermanfaat. Jangan habiskan waktu sia-sia untuk putar-putar, lihat-lihat di toko.

Kurangnya perencanaan dan keterampilan masak sering membuat bingung harus masak apa. Buatlah menu atau masakan yang menjadi favorit keluarga. Belajarlah dari tips-tips cara memasak efektif dan cepat.

Membaca buku

Kursus bahasa

Pengajian rutin

Terakhir, sayangi diri kita

Sayangi keluarga dan lingkungan kita. Jangan frustasi, depresi, kecewa karena sesuatu yang terjadi diluar kehendak kita. Jangan terlalu perfeksionis. 

Misalnya kalau masih punya anak kecil, relakan keberantakan konstruktif terjadi di rumah. Sediakan waktu untuk refresing, memanjakan diri sendiri. Jika ada kondisi yg tidak sesuai dengan harapan kita (misal ada anggota keluarga yang tiba-tiba sakit) sehingga kita ttidak dapat menyelesaikan target-target kita, jangan sampai membuat kita putus harapan. 

Mungkin target itu bisa kita rubah dengan target lain yang sesuai dengan kondisi yang baru terjadi di luar perkiraan kita, atau kita memundurkan selesainya target kita. 

Yang penting sekali lagi, berusaha semaksimal mungkin, “Do The Best”. Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta'ala selalu meridhoi apa pun yg kita lakukan.

Sumber : fahima.org

Peran Muslimah dalam Mencerdaskan Bangsa di tengah Dekadensi Moral



a. Dalam Lingkup Domestik

1. Sebagai istri
Peran ini akan berefek besar bagi peradaban manusia, sehingga menjadi patokan penting bagi muslimah, dan juga dalam mewujudkan masyarakat yg baik.

QS Al-Baqarah: 147
"Para suami merupakan pakaian untuk kamu, dan kamu pun menjadi pakaian untuk mereka"

Rasulullaah bersabda
Bagi seorang muslimah, apabila wafat dan suaminya  ridlo, maka dia akan masuk ke syurgaNYA

Hal tersebut menandakan betapa peran muslimah sebagai isteri sangat penting. Suami isteri yang harmonis memberikan kontribusi pada pembentukan keluarga yang harmonis. Keluarga yang harmonis merupakan modal awal terbentuknya masyarakat yang harmonis.

2. Sebagai ibu untuk anak-anaknya, menjadi pendidik pertama dan utama. 

Dalam pendidikan, yg utama adalah adanya perubahan perilaku. Bagaimana orang tua/ibu dapat menerapkan nilai-nilai terhadap anak-anaknya.  Itulah peran yang sangat besar untuk muslimah.
Anak2 membutuhkan pengarahan/filter dari ibunya, juga kerjasama dari ayah dan ibu dalam prosesnya.

Dalam proses pendidikan tersebut, seperti halnya sebuah sekolah. Sekolah membutuhkan, guru, program dan evaluasi. Bagaimana ayah dan ibu bisa menjalankan pendidikan yg mencakup tiga hal tersebut diatas dengan baik. Dan Ibu sebagai orang yang cukup dekat dengan anaknya memiliki peran yang signifikan dalam proses pendidikan ini.

Dua hal itu lah peran muslimah dalam lingkup domestik; sebagai istri dan sebagai ibu

b. Dalam Lingkup Publik:

Selain peran muslimah di dalam rumah, di luar rumah pun muslimah harus punya kontribusi ke masyarakat.

Dalam satu kisah:  seorang muslimah terlihat ada di dalam syurga dalam dialog dijawab bahwa masuk syurga nya karena satu peristiwa yaitu ketika sedang menulis, yaitu ada lalat di penanya, dan dia membiarkan saja lalat tersebut, sampai akhirnya terbang dengan sendirinya, baru kemudian ia menulis kembali.

Hikmahnya : dia bersabar, dan berkasih sayang pada mahluk Allah.

Kita harus punya kasih sayang terhadap sesama, sebagai anggota muslimah di tengah masyarakat. Potensi muslimah yang lain, salah satu bidang yg besar saat ini adalah dalam pendidikan.

Bagaimana kita bisa mengurangi porsi kepentingan pribadi untuk kepentingan orang banyak. Itulah sumbangsih untuk mencerdaskan bangsa kita.

Hal kedua dalam mencerdaskan bangsa yang cukup punya efek juga yaitu berperan dalam politik dan ekonomi.

Jika muslimah punya peluang utk melakukan perannya, sekecil apapun itu, maka lakukanlah, insyaAllah akan leibh baik dalam mencerdaskan bangsanya. Peran muslimah yang lain bisa juga dalam bidang medis, dll.

Lalu bagaimana caranya mempunyai kemampuan untuk dapat menjalankan peran tsb?

1.  Berbakti kepada Allah SWT.

QS An nisaa: 1
Hai manusia, berbaktilah kpd RabbMu yg telah menciptakan kamu dari satu diri..

2. Dengan mengembangkan keberadaan kita

QS Al Ahzab: 35

"Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang Muslim, laki-laki dan perempuan yang Mukmin, Laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang Benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut nama Allah. Allah
Subhanahu wa Ta'ala telah menyediakan untuk mereka, ampunan dan pahala yang besar."

Dari kedua ayat tersebut maka beberapa sifat perlu menjadi bagian dari kepribadian kita sehingga aplikasinya dalam beramal/ berperan akan konsisten, taat dan sejalan dengan perintah Allah dan Rasulnya.

1. Menjadi muslimah dan mukminah yang berbakti kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.
2. Menjadi muslimah yang taat
3. Menjadi muslimah yang jujur
4. Menjadi muslimah yang sabar
5. Menjadi muslimah yang khusyu
6. Menjadi muslimah yang bersedekah
7. Menjadi muslimah yang berpuasa
8. Menjadi muslimah yang memelihara kehormatan
9. Menjadi muslimah yang banyak menyebut nama Allah
Subhanahu wa Ta'ala.

Insya Allah jika kita mampu mengamalkan ayat-ayat tersebut akan terbentuk muslimah yang tawadhu yaitu bisa menghargai orang lain, tidak merasa lebih baik dari yg lain serta menjadi orang yang selalu berderma dalam konteks berperan aktif di masyarakatnya.

Itulah jalan-jalan bagi muslimah dlm membangun pribadinya, yang Insya Allah Subhanahu wa Ta'ala akan menjadi jalan juga dlm mencerdaskan bangsanya..Aamiin.

Itu saja sahabat, yang dapat kami tuliskan. Semoga dapat bermanfaat untuk kita khususnya dan untuk muslimah dimanapun berada umumnya. Semoga ALLAH Subhanahu wa Ta'ala  senantiasa memberikan petunjuk dan bimbinganNYA untuk kita, sehingga senantiasa dapat berjuang di jalanNYA. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamin.

Sumber: fahima.org
by:  Bidang PSDM Fahima telah menyelenggarakan Taujih Online bersama Ibu Nursanita Nasution (anggota DPR RI) pada hari Jum'at, 12 Mei 2006.

Aktualisasi Peran Muslimah

Muslimah memiliki beberapa peran yang bisa dibuat sebagai bagan kegiatan.
 Misalnya:

A. Peran sebagai Ibu, seperti:

  • Menidurkan anak
  • Memandikan anak
  • Menyusui, memberi makan anak
  • Mengajak anak bermain
  • Membacakan anak buku cerita 
B. Peran sebagai Ibu rumah tangga, seperti:
  • Membersihkan rumah, vacuum cleaning
  • Memasak, mencuci piring
  • Mencuci, menjemur pakaian, memasukkan ke lemari pakaian
  • Belanja
C. Peran sebagai istri seperti:

  • Diskusi dengan suami
  • Berduaan dengan suami
  • Berbagai kegiatan mengasuh anak dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan suami

D. Peran sebagai hamba Allah, seperti

  • Sholat, membaca Al-Qur'an
  • Membaca buku-buku Islam

E. Peran sebagai anggota masyarakat seperti

  • Mengobrol, menelepon, chatting dengan teman
  • Mengecek, membaca dan menulis email, blog, MP

--------------------------------------------------------------------------

Semua peran di atas kita buat bagan sebagai berikut:

Kolom ke bawah (biasanya di sebelah kiri) adalah jam,
yaitu kita bagi mulai dari misalnya jam 3 subuh (saatnya kita bangun sahur) hingga ke jam berapa kita tidur
(bukan jamnya anak-anak tidur, karena setelah anak-anak tidur, masih ada yang bisa kita kerjakan). 

Menurut saya, efektifnya wanita tidur jam 10 malam, karena hormon-hormon banyak yang mulai bekerja di
tubuh kita jam 10 malam. Bila hormon di tubuh ibu tidak seimbang, maka ibu akan mudah marah, sakit, dan semuanya bisa jadi berantakan.

Kolom ke samping (di urutan teratas adalah nama kegiatan-kegiatan tadi).
Kita bisa melakukan dua atau tiga peran sekaligus di jam yang bersamaan,
misalnya, saat memberi anak makan, itu bersamaan dengan saat membacakan buku cerita ke anak.
Atau saat anak bermain sendiri itu adalah saat ibu memasak untuk makan malam. 

Saat berdiskusi dengan suami juga bersamaan dengan memasukkan pakaian-pakaian ke dalam lemari pakaian
(tidak perlu disetrika, asalkan saat jemurnya sudah rapi, dan saat mengangkatnya langsung kita lipat rapi).

Setelah bagian kegiatan ini selesai kita buat, mungkin kita akan menemukan di mana waktu-waktu yang bisa kita manfaatkan lebih banyak lagi buat hobi kita,
atau bisa diskusikan dengan suami, di mana beliau bisa masuk sebagai partner kerja kita di rumah.

Bila kelima peran sudah bisa kita temukan waktunya mereka masing-masing, insya Alloh kita bisa buatkan satu kolom lagi,
yaitu peran sebagai diri sendiri. Maksudnya, kita bisa menjalankan hobi kita, yang benar-benar diri kita. 

Mungkin di sini, bisa juga dimasukkan kegiatan-kegiatan untuk menjaga kebugaran dan kecantikan, dll.

Kenapa peran ini justru diletakkan di bagian akhir? Karena saya pikir, kalau ia diutamakan, maka yang lain akan jadi berantakan.

Karena itu, masukkan dulu BATU BESAR (yaitu yang menyangkut hajat hidup orang banyak ) setelah itu batu kecil baru bisa masuk di antaranya.

Keseimbangan semua ini sangat tergantung juga dari cara pandang kita terhadap semua kegiatan itu. Kita harus punya cara pandang yang adil.

Adil dalam arti tidak menganggap yang satu lebih penting dan yang lain menjadi diremehkan, sehingga terlalaikan.

Mengasuh anak adalah ibadah, yang akan meningkatkan ketawakkalan kita pada Alloh. 

Semakin tinggi cinta kita pada Alloh, semakin kuat juga semangat kita untuk beribadah seperti sholat sunnah, baca Al-Qur'an, dll.
Sehingga suatu saat nanti semuanya itu menjadi satu dan sulit untuk kita pisah2kan lagi.

Jangan lupa, supaya bagan ini dipasang di kulkas, atau di tempat yang mudah untuk suami lihatnya.

Sebenarnya, ada satu peran lagi yaitu peran sebagai Daiyah. Peran sebagai daiyah ini enggak ada nomornya dalam urutan peran yang sudah disusun, karena ia berada pada setiap peran yang dijalankan.

Seperti contohnya, ketika kita menjalankan peran sebagai ibu yang menyuapi anak makan, kita mengajarkan doa-doa. Istri yang siap selalu mendukung suami, ini juga daiyah.

Dakwah adalah kabar atau berita gembira. Dai atau daiyah adalah penyampai berita gembira ini. 

Berita gembira yang dimaksud adalah nilai-nilai Islam. Sehingga ketika kita memasak, mencuci piring, vacuum cleaning, memandikan anak, dsbnya itu kita lakukan sambil berdzikir,
berdoa, dan mengajarkan nilai-nilai Islam, itu kita sedang menjalankan peran sebagai daiyah.

Menjadi daiyah tidak harus berbicara di atas panggung dengan jamaah yang mendengarkan perkataannya. Ini adalah pengertian yang sempit.

Daiyah juga berarti tersenyum kepada tetangga kita, muslim dan non muslim. Daiyah juga berarti menjalin ukhuwwah melalui telepon, miilis, dll.

Sehingga ia ada dalam setiap peran yang kita mainkan.
Untuk pendidikan anak, disesuaikan dengan usianya. Modul HS yang ada di Fahima bisa dijadikan acuan.

Dari pengalaman pribadi, saat termudah untuk mengajarkan anak adalah sejak ia masih balita. 

Setiap usia anak memerlukan keterampilan mendidik yang berbeda.
Orang tua harus bisa fleksibel dalam berhadapan dengan anak sesuai usia mereka.

Anak bayi lebih cocok kita lantunkan dzikir yang lembut, sambil kita elus dan sayang.

Anak umur 1-2 tahun mulai kita ajak berdoa dalam setiap kegiatan dan kejadian. 

Saat hujan turun, saat petir menggelegar, saat ia takut, saat ia senang... 

Dzikir seperti alhamdulillah, subhanalloh, astaghfirullah, assalamu'alaikum... adalah bagian dari kosa kata yang ia ucapkan.
Anak umur 3 - 4 tahun mulai dibacakan kisah ringan di dalam Islam, sambil mulai diajak mengulang bacaan AQ.

Anak 5-6 tahun mulai diajak berbicara tentang apa itu Islam, kenapa kita perlu sholat, dll.

Ketika ia mulai bisa menggunakan logika, ini adalah waktu yang sangat penting untuk kita lebih puaskan kehausan ilmu, yaitu umur 7-10 tahun. 

Saya baru memasuki awal usia 7 tahunnya Afiyah. Pertanyaan dari Afiyah semakin berat dan mengandung logika yang perlu dijawab denganlebih cermat. Ia butuh jawaban yang benar tapi tidak memberatkan.

Ketika rasa malas untuk sholat datang, maka yang saya katakan bukannya "Fia enggak mau disayang Alloh, ya?" BUKAN ITU.

Yang saya katakan, "Alloh selama ini sudah sayangggg sekali sama Fia... Sekarang bunda mau tanya, Fia sayang Alloh enggak ya?"

"Sayang dong, bunda..."

"Kalau sayang, kok enggak mau sholat ya?"

Dialog seperti itu sangat mempan dibandingkan perintah secara langsung supaya ia sholat.
--------------------------------------------------------------------------

Jadwal Sholat adalah Time Keeper kita

Jadikan jadwal sholat sebagai bagian dari jadwal keseharian kita.
Kalau di komputer kita belum ada suara adzan, bisa di download di
http://www.islamicfinder.org/

Setiap kali adzan, kita langsung sholat. Pekerjaan apa saja, kita tinggalkan, termasuk juga ketika kita misalnya menyusui anak.
Ini salah satu pelajaran aqidah juga kepada anak kita, walau saat itu ia belum mengerti tapi ia telah melihat.

Atau, kita sesuaikan semua jadwal dg adzan, untuk hal-hal yg bisa disesuaikan. 

Sehingga keteraturan hidup bisa kita mulai dengan cara mengikuti ritme yang sudah Alloh tetapkan.

Subuh adalah start dari semua kegiatan. Kalau tidur malamnya cukup, maka ba'da subuh adalah saat yang paling segar untuk memulai aktifitas. 

Mulai dari tilawah AQ, memasak, membuang sampah, dll.

Zhuhur adalah saat bersiap untuk beristirahat setelah sejak subuh, dhuha dan sebelum zhuhur dipenuhi dengan aktifitas mulai dari masak, membangunkan anak,membersihkan rumah, ajak anak keluar rumah, belanja, dll. Ba'da zhuhur, anak diajak makan siang, lalu bersiap tidur.

Ashar adalah saat anak-anak bangun dan mulai bermain lagi. Ashar adalah saat yang santai. 

Ibu sudah sholat ashar, anak dibangunkan, diberi makanan kecil, lalu diajak bermain sebentar. 

Setelah anak cukup sibuk dengan mainannya, ibu mulai menyiapkan makan malam.

Maghrib adalah persiapan untuk makan malam. Ba'da maghrib ibu memberi anak makan, dan mengajak anak mandi.
Setelah anak rapi dan bersih, siap2 untuk tidur, sambil menunggu waktu isha.

Isha adalah waktu untuk istirahat. Setelah sholat isha, ibu membacakan buku untuk anak, dan tidur bersama anak.

Setelah tidur satu dua jam, ibu kembali bangun untuk bertemu dengan suami tercinta, berdiskusi, membagi kisah, dan juga pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang bisa dikerjakan bersama seperti menjemur pakaian berdua di beranda... (romantis kan?).

Semoga pembagian waktu sholat ini, selain akan menjadikan hidup kita lebih tertib teratur, juga mendapatkan kecintaan dari Alloh.
Karena sholat di awal waktu adalah salah satu cara untuk meraih cintaNya.

"Hendaklah kalian mengingat Tuhan kalian, dan shalatlah kalian di awal waktu. Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla melipatgandakan pahala kalian" (HR.Al-Thabrani)

Semoga kita semua menjadi muslimah sholehah, berdaya guna bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Amin... (*)

sumber: fahima.org